Arsip Penulis: Maz Glemboh

Tentang Maz Glemboh

Ganevo adalah salah satu klub bolavoli yang melakukan pembinaan mulai dari pemula sampai tingkat senior. Ajang tertinggi dalam bolavoli saat ini adalah Sampoerna Hijau Proliga.

Ms Nieuw Cikarang

Setelah lama ga update blog ini,akhirnya saat ini aku bisa menulis di ruang Wajang Lounge ms Nieuw Cikarang.

Ga terasa sudah 5minggu aku ada disini. Baru siang tadi aku Exit Interview. Malam ini sebenarnya aku ga tenang menunggu hasil kelulusanku.
Aku merasa ga maksimal saat interview tadi,jujur aku sangat nervous. Sampe ngeblank.
Padahal kalau hari biasa,aku yakin aku bisa jawab semua dengan lancar. Materi yang di kasih sama persis dengan materi interview.
Cuma masalahnya aku ga tau mengapa,aku bener bener ngeblank and ngehang.
Dari sekitar 8 pertanyaan descripsi,aku miss 2. Jujur aku bener menyesalinya. Tapi apa boleh buat,waktu ga mungkin bisa terulang.
Kesempatanku hanya ada satu tadi. Dan aku kurang maksimal.

Sekarang aku hanya bisa berharap cemas menunggu hasil yang akan diumumkan besok pagi.
Semoga saja aku masih bisa dinyatakan lolos.
Materi tertulis si aku,ngerasa mampu. Tapi lemahku cuma saat interview.
Padahal exit interview lah yang menentukan kelanjutannya. Jujur aku sangat khawatir.
Tapi sudahlah,semoga Tuhan masih sayang aku. Plisss..


Menunggu Kapal Berlayar

Sejak pertengahan tahun ini aku hendak mengarahkan hidupku untuk jadi seorang pelaut. Sebagai syarat utama menjadi pelau adalah dokumen BST (Basic Safety Training) dan SCRB (pemakaian sekoci) serta Seaman Book (bukupelaut).

Setelah dokumen lengkap,baru bisa masuk sebagai ABK dan berlayar.

Tapi ternyata susah untuk masuk kapal,tidak semua kapal mau menerima orang yang belum berpengalaman.
Hari Rabu berangkat dari rumah,karena hari Kamis dijanjikan ada kapal yang butuh awak. Namun sia-sia,karena tak ada awak kapal yang turun. Jumat menuju pelabuhan,namun sekali lagi gagal karena tak ada kapal yang free.
Dijanjikan seseorang di pelabuhan untuk bisa naik kapal di hari Senin. Segala persiapan sudah matang,namun hingga sekarang ini jam 19.55 belum juga ada kabar. Harus menunggu…

Posted by Wordmobi


Tes dari smartphone

Coba-coba surfing di internet buat cari aplikasi client di smartphone agar bisa update blog secara continue,setelah kesanna kemari akhirnya ketemu “wordmobi”.

Posted by Wordmobi


Kereta Express bernama Waktu

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Detik berdetak begitu cepat memutar jam. Jam berganti memaksa waktu berganti hari. Demikianlah siang dan malam datang silih berganti tanpa mau menunggu. Tak bisa kita menghentikan sang waktu,dan tak mungkin kita memutar kembali apa yang telah terjadi


Ternak Lele pengisi waktu luang

Karena sedang mengalami cedera di bahu, aku harus istirahat lama. Berapa jumlah ahli urat sudah aku datangi, ahli massage, bahkan ke rumah sakit dan menghabiskan biaya yang lumayan. Vonis terakhir yang aku terima adalah robek pembungkus otot bahu. Sehingga aku harus istirahat total lebih dari 3bulan. Padahal aku sudah 4bulan merasa kesakitan. Dan akhirnya aku tidak bisa melakukan rutinitas olahragaku.
Tapi sudah nasib dan mungkin jalannya lah, meski sampai sekarang masih berusaha mencari penyembuhan. Aku masih sangat berharap untuk sembuh dan kembali berolahraga. Ah ya sudahlah…

Tapi di sela-sela masa istirahat, tepatnya di akhir tahun 2010 aku bertemu dengan sebuah lingkungan yang sedikit bisa memberi penghiburan bagiku. Dan aku mulai belajar dari orang-orang di lingkungan itu. Dunia perikanan. Wah jauh banget ya ma dunia olahraga,bahkan ga nyambung blass…hehe… tapi ga papa lah,dinikmati aja.

Disini aku buanyaak sekali belajar dan mau terus belajar. Hal-hal yang terasa sangat baru bagiku. Mulai dari bagaimana menyiapkan lahan,mencari bibit yang sehat (fit),cara memberi pakan,mengobati ikan yang terkena penyakit,hingga cara memanen dan menjual hasil.
Wah,bagiku benar-benar sebuah ilmu yang baru karena aku tidak pernah mau tau dengan dunia perikanan ini.

Aku memulainya dengan membuat sebuah kolam disebuah lahan persawahan. Kebetulan sawah temanku ini boleh aku bikin karena memang tidak diolah sebagai lahan padi. Sebenarnya temanku sudah terlebih dahulu membuat kolam dan diisi dengan bibit Gurame berukuran 5,5m X 10m. Sedangkan kolam yang aku bikin ini hanya sisa dari lahan yang dibuat kolam oleh temenku. Tapi masih lumayan,aku membuat kolam 5,5m X 7,5m. Disinilah tempat aku belajar dan ternyata bisa punya banyak kenalan dengan warga sekitar yang sudah terlebih dahulu punya kolam. Meski masih mendompleng nama temenku karena aku tidak tinggal dikampung itu dan bukan sebagai warga kampung.

Kolam yang aku buat adalah kolam tanah dengan ukuran 5,5m X 7,5m dan kedalaman tak sampai 1m atau lebih tepatnya cuma 70cm an. Tanah aku gali dan aku pinggirkan sebagai tanggul. O ya,aku membikin pagar dari bambu untuk menahan tanah agar tidak longsor masuk kedalam kolam. Saluran keluar masuk air cuma 1 yaitu disalah satu sudut kolam dengan sebuah paralon. Ternyata capek dan pegel juga ya menggali tanah seluas itu?Ato akunya saja yang belum terbiasa?hehe…

Setelah jadi,kolam itu aku aliri air dengan kedalaman 20cm an. Belum aku isi full.
Sembari menunggu air jadi (banyak plankton kata ahlinya),aku mulai berburu bibit. Agak susah juga ternyata mencari bibit yang bagus dan sehat. Karena rata-rata tempat pembibitan yang aku datangi lagi banyak yang ikannya menggantung dan mengikut air mengalir aja. Padahal itu tanda bibit lele yang tidak sehat. Karena bibit yang sehat itu harus bergerak aktif naik turun dari dasar kolam ke permukaan. Itu cara gampangnya.
Dan setelah hampir seminggu mencari,akhirnya bibit yang dimaui telah tersedia,ukuran 3.5. Pas juga lahan kolam airnya sudah hijau bersih setelah air diendapkan seminggu. Waktu itu aku belum sempat memberi garam atau obat lain penyubur kolam seperti S.P.F atau T.O.N
Aku benar-benar konvensional.
Tapi tidak apa-apa,toh itu masih kolam baru. Yang kebetulan sistem irigasi disamping kolam itu bagus dan lancar.

Dalam budidaya itu awalnya bibit masuk sampai 3minggu,jumlah ikan mati 8ekor. Kebanyakan karena kelebihan makan dengan indikasi perut lele buncit penuh pelet. O ya,awal bibit masuk itu aku beli pakan pelet d0 (D-Nol). Habis 1kg baru aku lanjutkan dengan pelet Min 2.
Setelah minggu ke-3 berjalan,tiba-tiba air kolam berubah jadi hitam pekat dan sangat berbau. Usut punya usut,mungkin karena pelepah daun kelapa yang aku jadikan penutup getahnya masuk ke air. Mungkin. Karena setelah 4-5hari air hitam pekat dan berbau itu,aku coba singkirkan daun kelapa yang berjumlah 5 atau 6.
Kemudian aku alirkan keluar sebagian air kolam,dan aku tebarkan garam dapur 1-2kg. Setelah 3-4 hari,air berangsur menjadi hijau lagi. Aku alirkan masuk lagi air dari irigasi sebelah. Air jadi bagus lagi dan tidak berbau.
Di minggu ke-4 aku mencoba pakan usus dan jeroan burung puyuh dari tempat penyembelihan burung. Ikan memang lahap makannya,tapi setelah beberapa hari,ikan banyak yang mati dan terlihat ada semacam luka atau jamur. Aku ga tau persisnya itu apa. Agak panik si. Setelah tanya ke beberapa teman,akhirnya aku campurkan super-Tetra ke dalam pelet pakan.
Puji Tuhan,setelah seminggu kemudian,ikan tidak terlihat kena luka atau jamur. Aku menghentikan pemberian pakan usus dan jeroan itu. Karena aku berpikir akan menghemat pakan. Tapi ternyata malah bikin ikanku sakit.

Dan setelah 50hari sejak bibit dimasukkan kolam,aku memanennya karena ikan yang ku budidayakan ini ternyata lebih cepat besar dari perkiraan sebelumnya. Dan ada seorang pengepul yang mau membeli ikan budidaya ku itu meski bobot target belum terpenuhi. Umumnya lele konsumsi adalah 8-10ekor/kg. Tapi ukuran punyaku adalah 10-12ekor/kg.

Dan hasilnya lumayan. Dari 2000 bibit ikan,menghabiskan 5karung pelet dapat hasil 150kg ikan. Meski terbilang belum berhasil,tapi aku sudah banyak belajar.
Dan sekarang aku makin menyukai dunia perikanan ini dan mau lebih belajar lagi dari para senior dan jawara-jawara perikanan.Hehe…

O ya,sekarang aku juga mencoba kolam nila di rumah dan juga membuat kolam di pasir. Yaa.. namanya juga belajar,ga ada salahnya kan?
Untuk para teman yang sudah berpengalaman mohon tularkan ilmu ya..!Please…
Dan untuk para pemula perikanan,ayo kita belajar bersama…tak ada salahnya mencoba.Apalagi kalau punya lahan tak terpakai. Kan bisa juga pakai kolam terpal.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.